Jakarta — Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai kegiatan Reses Masa Sidang Ketiga yang dilaksanakan oleh Desie Christhyana Sari, Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, di Kelurahan Utan Panjang. Kegiatan tersebut bukan sekadar agenda serap aspirasi, tetapi menjadi ruang dialog yang mempertemukan wakil rakyat dengan masyarakat dalam suasana kekeluargaan. Sabtu, (4/7).
Sejak awal kegiatan, warga dari berbagai kalangan tampak antusias hadir untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi di lingkungan tempat tinggalnya. Mulai dari kebutuhan peningkatan fasilitas pendidikan, pembinaan kepemudaan, pelayanan kesehatan, hingga pengembangan sarana olahraga menjadi topik yang mengemuka dalam dialog tersebut.
Dalam kesempatan tersebut, turut hadir Komunitas Hamba Allah, sebuah komunitas sosial yang aktif di tengah masyarakat. Mereka dikenal memiliki berbagai program kemanusiaan, di antaranya pelayanan pemandian jenazah dan pemberian kain kafan secara gratis bagi warga yang membutuhkan. Selain itu, komunitas ini juga menjalankan kegiatan pembinaan masyarakat seperti pelatihan anak-anak dalam aktivitas bulu tangkis serta pengajian rutin bagi para bapak-bapak sebagai upaya memperkuat nilai keagamaan dan kebersamaan.
Dengan penuh perhatian, Desie mendengarkan setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat. Ia sesekali mencatat berbagai masukan dan memberikan penjelasan mengenai langkah-langkah yang dapat ditempuh agar setiap usulan dapat diperjuangkan melalui mekanisme yang berlaku di DPRD DKI Jakarta.
“Bagi saya, reses bukan hanya kewajiban sebagai anggota dewan, tetapi juga kesempatan untuk mendengar langsung suara masyarakat. Dari sinilah kami mengetahui apa yang benar-benar dibutuhkan warga sehingga kebijakan yang diperjuangkan dapat lebih tepat sasaran,” ujar Desie.
Suasana semakin terasa akrab ketika usai berdialog dengan warga, Desie diajak mengunjungi sebuah lapangan badminton yang menjadi pusat aktivitas olahraga masyarakat setempat. Di lokasi tersebut, ia disambut hangat oleh para pemain dan pengurus komunitas yang rutin berlatih bersama sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga.
Di tengah perbincangan santai, para anggota komunitas menyampaikan harapan agar perhatian terhadap sarana olahraga di lingkungan mereka dapat terus ditingkatkan. Mereka berharap fasilitas yang ada dapat diperbaiki sehingga semakin nyaman digunakan oleh masyarakat, khususnya generasi muda yang memiliki minat di bidang olahraga.
Melihat semangat kebersamaan yang tumbuh di tengah komunitas tersebut, para pengurus kemudian menyampaikan sebuah permohonan yang disambut tepuk tangan para anggota. Mereka meminta Desie Christhyana Sari untuk bersedia menjadi Penasihat Komunitas Hamba Allah sebagai bentuk dukungan moral sekaligus pendampingan terhadap berbagai program sosial dan pembinaan yang dijalankan komunitas tersebut, termasuk kegiatan kemanusiaan, pelatihan bulu tangkis bagi anak-anak, serta pengajian rutin bagi para bapak-bapak.
Permintaan itu lahir bukan tanpa alasan. Menurut para anggota komunitas, Desie selama ini dikenal memiliki perhatian terhadap dunia pendidikan, kepemudaan, olahraga, dan kegiatan sosial kemasyarakatan, sehingga kehadirannya diyakini dapat memberikan motivasi sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas bagi perkembangan komunitas.
Menanggapi permintaan tersebut, Desie menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Ia mengaku tersentuh melihat semangat masyarakat yang secara mandiri menjaga aktivitas sosial, keagamaan, dan olahraga sebagai bagian dari membangun lingkungan yang sehat, produktif, dan penuh kebersamaan.
“Olahraga bukan hanya tentang prestasi, tetapi juga tentang membangun karakter, mempererat persaudaraan, dan menjaga kesehatan masyarakat. Saya juga sangat mengapresiasi kegiatan sosial dan keagamaan yang dilakukan Komunitas Hamba Allah. InsyaAllah, saya siap membersamai dan memberikan dukungan sesuai kapasitas saya agar komunitas ini dapat terus berkembang dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ungkap Desie.
Kunjungan tersebut pun ditutup dengan suasana penuh kehangatan. Desie menyempatkan berbincang santai dengan para pemain, melihat langsung kondisi lapangan, serta berfoto bersama warga sebagai simbol kedekatan antara wakil rakyat dan masyarakat yang diwakilinya.
Melalui kegiatan reses ini, terlihat bahwa membangun Jakarta tidak hanya dilakukan melalui ruang sidang dan pembahasan kebijakan, tetapi juga melalui pertemuan-pertemuan sederhana yang menghadirkan dialog, mendengarkan dengan tulus, dan membangun kepercayaan bersama masyarakat. Dari ruang aspirasi hingga lapangan badminton, kebersamaan menjadi fondasi penting dalam menghadirkan pembangunan yang lebih dekat dengan kebutuhan warga.










