Syubbanul Yaum Rijalul Ghad: Karakter Pemuda Menentukan Masa Depan Bangsa

by

Fajar

Tangerang Selatan – Pepatah Arab “Syubbanul yaum rijalul ghad” memiliki makna mendalam, yakni “Pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan.” Ungkapan ini bukan sekadar motivasi, melainkan pengingat bahwa kualitas sebuah bangsa di masa depan sangat ditentukan oleh bagaimana generasi mudanya dibina pada hari ini. (30/6)

Di tengah derasnya arus globalisasi, perkembangan teknologi, serta kemudahan akses informasi, tantangan yang dihadapi generasi muda semakin kompleks. Kemajuan digital memang membuka banyak peluang, namun di sisi lain juga menghadirkan ancaman berupa krisis identitas, lunturnya nilai moral, budaya instan, hingga menurunnya kepedulian sosial. Karena itu, pembangunan karakter (character building) menjadi fondasi yang tidak boleh diabaikan.

Sekretaris Komisi Informasi dan Komunikasi (Infokom) MUI Kota Tangerang Selatan, Nurhafiz Kholis Fidon, menegaskan bahwa pembangunan karakter (character building) merupakan kebutuhan mendesak di tengah pesatnya perkembangan globalisasi dan transformasi digital. Menurutnya, generasi muda harus dipersiapkan tidak hanya melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga dengan penguatan akhlak, integritas, tanggung jawab, serta semangat kebangsaan agar mampu menjadi pemimpin yang berkarakter di masa depan.

“Pemuda tidak cukup hanya cerdas secara intelektual. Mereka harus memiliki akhlak, integritas, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap sesama. Sebab, pemimpin masa depan bukan hanya lahir dari kecerdasan, tetapi juga dari karakter yang kokoh. Di era globalisasi, karakter adalah benteng agar generasi muda tidak kehilangan jati diri,” ujar Nurhafiz Kholis Fidon kepada jfmoments.

Ia menambahkan bahwa pendidikan karakter harus dimulai dari lingkungan keluarga, diperkuat oleh sekolah, organisasi, dan masyarakat. Menurutnya, nilai-nilai kejujuran, disiplin, amanah, kerja keras, serta semangat melayani harus terus ditanamkan sejak usia muda agar lahir generasi yang mampu membawa perubahan positif.

Sejalan dengan makna pepatah Syubbanul yaum rijalul ghad, banyak ulama dan tokoh pendidikan menegaskan bahwa pemuda merupakan estafet peradaban. Mereka bukan hanya pewaris masa depan, tetapi juga penentu arah bangsa. Oleh sebab itu, pembinaan kepemimpinan, penguatan moral, literasi digital, dan kecakapan sosial harus berjalan beriringan agar Indonesia mampu memanfaatkan bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045.

Pada akhirnya, karakter adalah investasi jangka panjang. Ketika generasi muda dibekali ilmu pengetahuan, akhlak mulia, dan kepemimpinan yang berintegritas, mereka tidak hanya akan menjadi pemimpin yang sukses, tetapi juga mampu menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat, bangsa, dan agama.

Sebab benar adanya, “Syubbanul yaum rijalul ghad”—pemuda hari ini adalah penentu masa depan.

Share it:

Related Post