JAKARTA — Jalan hidup kadang menyimpan belokan yang tak terduga. Seorang remaja yang pernah mengikuti ajang cover boy kini berdiri dengan seragam kebesaran, menerima amanah memimpin kepolisian Indonesia.
Dialah Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, yang resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Kapolri di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026), menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Pelantikan tersebut membuka babak baru dalam perjalanan pengabdiannya sekaligus membawa harapan terhadap pelayanan dan penegakan hukum di tanah air.
Di balik pangkat dan jabatan itu, tersimpan cerita masa muda yang menarik perhatian. Berdasarkan arsip majalah yang diberitakan IDN Times, nama Suyudi Ario Seto tercatat sebagai semifinalis Cover Boy 1988. Jauh sebelum dikenal sebagai perwira kepolisian, ia pernah menjajal kesempatan di depan kamera. Catatan tersebut menunjukkan keikutsertaannya dalam ajang cover boy, meski belum cukup untuk menyebutnya pernah menjalani karier profesional sebagai model.
Foto masa muda memang bisa mengundang senyum. Namun, perjalanan setelahnya memperlihatkan bagaimana seseorang dapat tumbuh melalui pilihan, pendidikan, dan tanggung jawab yang terus bertambah.
Suyudi merupakan lulusan Akademi Kepolisian tahun 1994. Kariernya melewati penugasan di Brimob, berbagai jabatan kepolisian wilayah, hingga bidang reserse. Ia pernah menjadi Kapolres Majalengka, Kapolres Bogor, Kapolresta Bogor, Wakapolda Metro Jaya, dan Kapolda Banten sebelum dipercaya memimpin Badan Narkotika Nasional pada Agustus 2025.
Setiap jabatan membawa persoalan dan tuntutannya sendiri. Rentang perjalanan itu menjadi bekal pengalaman, sementara amanah sebagai Kapolri menghadirkan ujian yang lebih besar: memastikan institusi kepolisian bekerja dengan profesional, terbuka, dan adil.
Akar dari Bumi Para Pendekar
Bagi Banten, perjalanan Suyudi memiliki kedekatan tersendiri. ANTARA mencatatnya sebagai pria kelahiran Pandeglang. Ia kemudian kembali ke daerah asalnya dalam kapasitas sebagai Kapolda Banten pada 2024–2025. Ada perjalanan dari tanah kelahiran menuju berbagai penugasan, lalu kembali membawa tanggung jawab untuk melayani masyarakat daerahnya.
Hubungannya dengan Banten juga pernah disampaikan Yandri Susanto, yang saat itu menjabat Wakil Ketua MPR RI. Dalam keterangan yang diberitakan ANTARA pada Agustus 2024, Yandri menyebut Suyudi sebagai keturunan Syekh Royani Kadupinang, ulama asal Pandeglang yang dikenal dalam bidang sufi dan tasawuf.
Dalam narasi perjalanan ini, sebutan Bumi Para Pendekar dapat dimaknai sebagai pengingat tentang keberanian yang disertai kendali diri. Ketegasan memperoleh arti ketika digunakan untuk melindungi. Kekuatan menemukan nilainya ketika memberi rasa aman kepada masyarakat.
Nilai itulah yang layak menjadi harapan ketika seorang putra Banten menerima amanah di puncak kepemimpinan Polri.
Sorotan Baru, Tanggung Jawab Lebih Besar
Kisah cover boy memberi warna manusiawi pada sosok yang kini memimpin Korps Bhayangkara. Publik dapat melihat bahwa di balik seorang jenderal, ada masa remaja, kesempatan yang pernah dicoba, serta jalan panjang yang ditempuh.
Bagi generasi muda, kisah tersebut membuka ruang untuk memahami bahwa pengalaman awal tidak selalu menentukan seluruh arah kehidupan. Seseorang boleh mencoba banyak hal, menemukan minat baru, lalu membangun jalannya dengan kesungguhan.
Namun, perhatian terhadap masa lalu tentu akan bertemu dengan penilaian terhadap kerja hari ini. Masyarakat membutuhkan kepolisian yang hadir ketika pertolongan diperlukan, menerima laporan dengan baik, melindungi korban, dan menegakkan hukum tanpa membeda-bedakan.
Di situlah amanah baru Suyudi akan diuji. Kepercayaan publik tumbuh melalui pengalaman nyata: bagaimana warga diperlakukan, bagaimana perkara ditangani, dan bagaimana kesalahan di dalam institusi diperbaiki.
Dari ajang cover boy menuju puncak Bhayangkara, Suyudi Ario Seto membawa cerita perjalanan yang tak biasa. Kini, babak berikutnya menunggu untuk ditulis melalui pengabdian.
Dulu namanya tercatat dalam halaman majalah. Hari ini, masyarakat menanti jejak kerjanya dalam kehidupan mereka.











