IBU DAN ANAK MUNTAH “KRAKATAU”

by

Fajar

Selat Sunda, Agustus 1883

Orang-orang pesisir mulai takut memandang laut.

Abu turun. Batu apung memenuhi sebagian perairan. Krakatau terus menggelegar.

Namun Sari masih menunggu di tepi pantai.

Tiga bulan sebelumnya, kekasihnya, Jaka, berlayar menuju Banten. Sebelum pergi, lelaki itu memberikan sehelai kain merah.

“Selama Krakatau masih berdiri, aku akan menemukan jalan pulang.”

Sari mempercayainya.

Malam 26 Agustus 1883, ibunya, Mak Rukayah, terbangun sambil berteriak.

Dalam mimpinya, ia melihat seorang perempuan raksasa berdiri di tengah Selat Sunda. Rambutnya asap, tubuhnya seperti bara.

Perempuan itu muntah.

Api.

Batu.

Abu.

Lautan.

Lalu dari dalam muntahannya muncul seorang anak kecil.

“Ibu…”

Mak Rukayah terbangun dengan tubuh gemetar.

“Sari, besok jangan mendekati laut.”

“Tapi Jaka belum pulang, Mak.”

Ibunya menatap Krakatau.

“Kalau alam sudah memberi tanda, manusia jangan sombong untuk tidak mendengarkan.”

27 Agustus 1883

Krakatau akhirnya meledakkan amarahnya.

Pagi itu Sari mendengar seseorang berteriak.

“LAUT MUNDUR!”

Mak Rukayah langsung menarik tangan anaknya.

“LARI!”

Mereka berlari menuju tempat tinggi.

Beberapa saat kemudian, suara mengerikan datang dari belakang.

Gelombang besar menerjang pesisir.

Rumah hilang.

Perahu terangkat.

Manusia tersapu.

Tangan Sari dan ibunya terlepas.

“MAAAAK…!”

Gelap.

Ketika Sari sadar, kampungnya telah menjadi puing.

Di antara kayu-kayu yang berserakan, ia menemukan sesuatu.

Kain merah.

Di bawahnya terbaring Jaka.

Masih hidup.

Lelaki itu membuka matanya perlahan.

“Aku sudah bilang… aku akan pulang.”

Sari menangis dan memeluknya.

Mak Rukayah akhirnya juga ditemukan selamat.

Tetapi sejak hari itu, setiap malam tertentu perempuan tua itu duduk menghadap Selat Sunda.

“Mak sedang menunggu siapa?”

Mak Rukayah tersenyum.

“Anak yang kulihat dalam mimpi.”

ANAK KRAKATAU.

Tahun-tahun berlalu.

Sari dan Jaka menikah.

Mak Rukayah meninggal.

Cerita tentang perempuan raksasa dan anak yang keluar dari laut perlahan dianggap sekadar dongeng keluarga.

Sampai akhirnya alam melakukan sesuatu yang aneh.

Seolah sesuatu yang dilihat Mak Rukayah dalam mimpinya telah lahir.

EPISODE 1

Tags:

Share it:

Related Post