Selempang Boleh Dilepas, Pengabdian Harus Tetap Membekas

by

Fajar

JAKARTA, JF MOMENTS — Gemerlap panggung pemilihan Abang dan None Jakarta akan berakhir. Namun, perjalanan mereka sebagai representasi generasi muda Jakarta justru dimulai setelah selempang disematkan. Jumat, (18/9).

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, mengingatkan bahwa predikat Abang dan None tidak seharusnya berhenti sebagai pencapaian pribadi. Gelar tersebut membawa tanggung jawab untuk ikut memperkenalkan identitas Jakarta sekaligus memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.

Mereka tidak hanya dituntut tampil menarik dan percaya diri, tetapi juga perlu memahami karakter kota yang diwakilinya. Jakarta adalah ruang pertemuan antara sejarah, budaya Betawi, kreativitas anak muda, dan kehidupan masyarakat dari beragam latar belakang.

Karena itu, Abang dan None diharapkan mampu menjadi penghubung antara warisan budaya dan perkembangan zaman. Budaya tidak cukup hanya ditampilkan dalam acara seremonial, tetapi perlu diperkenalkan kembali melalui gagasan dan pendekatan yang dekat dengan generasi hari ini.

Kemampuan berkomunikasi, kepedulian sosial, serta kemauan untuk hadir di tengah masyarakat menjadi bagian penting dari tanggung jawab tersebut. Kehadiran mereka harus mampu membawa pesan positif sekaligus memperkuat kebanggaan terhadap Jakarta.

Pada akhirnya, selempang dan gelar memiliki batas waktu. Namun, sikap, karya, dan manfaat yang diberikan kepada masyarakat dapat meninggalkan jejak jauh lebih panjang.

Menjadi Abang dan None bukan sekadar tentang terpilih sebagai yang terbaik di atas panggung. Lebih dari itu, mereka ditantang untuk membuktikan bahwa anak muda Jakarta mampu menjaga identitas kotanya, membawa perubahan, dan menginspirasi lingkungannya.

Sebab gelar hanya menjadi penanda, sedangkan pengabdian adalah makna yang sebenarnya.

JF MOMENTS
Mengabadikan Peristiwa, Menyampaikan Cerita.

Share it:

Related Post